Kapolres Tebo Press Rilis Kasus Penculikan dan Pencabulan Anak Dibawah Umur

 


Gaungmerdeka.com,TEBO- Satreskrim Polisi Sektor (Polsek) Tebo Ilir berklaborasi dengan Tim Sultan nama  Julukan Satuan Tugas  kriminal Polisi Resort (Polres) Kabupaten Tebo berhasil mengingkap dan meringkus pelaku kriminal penculikan  terhadap dua orang anak remaja putri yang masih di bawah umur pada Jumat(21/11/2020) dan saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Tebo.(23/11/2020)


Kapolres Tebo AKB.Gunawan Trilaksono.S.I.K. Dalam keterangannya saat jumpa Pers dengan  wartawan yang di gelar Mapolres Tebo Senin (23/11/2020 )mengungkapkan bahwasannya anggotanya telah berhasil meringkus pelaku dan mengungkap motif yang melatarbelakangi sehingga terjadinya penculikan anak di bawah umur yang saat ini di tangani oleh Polres tebo yang di Pimpimnya.


Kapolres juga  mengungkapkan bahwa pelaku bernam   Indrajit (49), warga Simpang Semangko, RT 17, Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kab. Tebo,Dan  dalam melakukan aksinya pelaku dibantu oleh  istrinya yang bernama Yanti  Nuryati (39).Kemudian  Selain itu juga Gunawan menyebutkan anggotanya yang tergabung dalam  Tim Sultan juga berhasil menyelamatkan dua orang korban yaitu RA (14) dan TM (13) yang dibawa kabur oleh pelaku,Ungkapnya.


"Modus operandinya pelaku menawarkan ilmu bank Gaib kepada Nenek korban untuk melakukqn  penggadaan uang dengan cara melakukan Ritual di rumah tersangka,Dalam acara Ritual tersebut tersangka juga mengundang kedua orang Tua korban Untuk hadir kerumahnya namun ternyata Ritual tersebut gagal alis tidak dapat menggadakan uang seperti yang di ceritakannya ",Jelas Kapolres


Selanjutnya Kata Kapolres,Pelaku tidak berhenti di situ saja tapi menawsrkan kembali cara Ritual yang lainya yaitu dengan ilmu penarik Rogo Sukma dengan syarat melibatkan kedua anak remaja perempuan korban namun tetap saja tidak berhasil karena merasa malu dan takut pelaku di bantu istrinya berusaha kabur dengan membawa kedua anak perempuan korban,Paparnya.


"Selama dalam pelarian pelaku hidup berpindah pindah di dalam hutan dan tinggal dan tidur bersama dalam sebuah tenda plastik,dan selama dalam pelariannya itulah  2 orang anak perempuan yang masih di bawah umur ini di setubuhinya secara bergilir dan  pelaku meniduri anak tersebut di hadapan istrinya bwhkwn sampai berkali kali, "Ujarnya Geram.


Kemudian Ditambahkannya lagi Atas kejahatan tersebut, Pelaku dan istrinya akan dijerat dengan Pasal  332 KUHPidana Jo UU no.b35 tahun 2014, Perubahan atas UU no.23 tahun 2002,Tentang Perlindungan anak.(HRF GM)


 

Komentar